Mungkin kalian sudah sering mendengar produk yang disebut dengan Smart Glass atau Smart Film. Jenis kaca yang viral di internet ini pun sudah menjadi salah satu jenis produk yang trending di Indonesia. Namun, juga tidak jarang juga banyak sekali terjadi misskonsepsi mengenai teknis kedua jenis kaca tersebut. Maka pada artikel kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai perbedaan dari kedua jenis kaca tersebut.

Smart Glass

Pada dasarnya, jenis kaca ini bukanlah jenis keluarga kaca lembaran yang bisa diproses dengan mudah seperti dipotong, dipolish, atau dibevel dari bentuk lembaran. Melainkan, Smart Glass adalah product kaca yang sudah diproses laminasi (kaca laminated) yang menggunakan metode interlayer EVA, dimana interlayer yang digunakan adalah PDLC Switchable film. Dengan mengalirkan listrik ke PDLC Film yang sudah dilaminasi ke 2 piece kaca, PDLC Film tersebut akan berubah dari buram menjadi bening. Maka dari itu, menggunakan sistem laminasi EVA untuk menyatukan PDLC Film dan kaca menjadi satu produk jadi, tentu saja akan membuat produk ini lebih tahan lama dan permanen.

Smart Film

Sedangkan Smart Film, meskipun menggunakan teknologi PDLC Film yang sama, namun hal yang menjadi pembeda fundamental adalah sistem menempelkan PDLC Film tersebut ke kaca. Berbeda dengan Smart Glass, Smart Film menggunakan sticky gel untuk merekatkan PDLC Film ke permukaan kaca yang eksisting, sehingga tidak perlu menggunakan sistem laminasi EVA untuk menghasilkan produk tersebut. Meskipun ada kekurangan dari segi kepermanenan produk, namun dengan menempelkan ke kaca dengan menggunakan sticky gel aplikasi ini sangat mudah dan cepat untuk mengejar target waktu dari proyek.

Salah satu supplier dari jenis kaca Smart Glass Indonesia yang terpercaya adalah toko kaca dan juga outlet distributor resmi dari Himalaya Abadi, yaitu Glassmart. Selain menjual produk tersebut, Glassmart juga akan memberikan konsultasi dan juga bersedia untuk memberikan after sales service daripada produk ini supaya kita bisa memastikan kualitasnya.