Sudah taukah kalian mengenai informasi atas keberadaan jenis kaca berubah buram? Kaca berubah buram biasa dikenal dengan kaca smart glass atau smart film yang kita kenal di Himalaya Abadi dengan nama Switch Glass dan Switch Film. Jenis kaca ini memiliki dua jenis metode produksi yang berbeda, sehingga kita akan bahas mengenai hal tersebut pada kesempatan kali ini.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-32.png

Pembahasan kali ini akan kami bagi menjadi 3 struktur. Kita akan bahas sistem metode smart glass laminated, setelah itu kita akan masuk ke metode sistem tempel, dan setelah keduanya selesai, kita akan membahas mengenai kelemahan daripada sistem tempel atau smart film.

Metode Smart Glass Laminated
PDLC di Laminasi, dipress diantara 2 kaca dengan mesin

Pertama-tama, material yang bisa berubah bening buram adalah material PDLC. Material ini jikalau dialiri listrik akan menjadi bening, sedangkan jikalau tidak dialiri aliran listrik, sifatnya buram. Material PDLC sebaiknya dipasang dikaca dengan menggunakan metode laminated glass atau kaca laminated. Dengan demikian kita bisa melakukan pressing dan vaccuuming daripada kaca tersebut sehingga penempelan PLDC ditempel dengan sempurna dan dihimpit oleh 2 material kaca. Metode ini adalah metode yang permanen dan layak dipakai untuk pemakaian yang jangka panjang dan permanen.

Metode Smart Film
Metode Smart Film Menyerupai Pasang Stiker

Namun, banyak sekali proyek yang terhimpit waktu dan membutuhkan solusi yang praktis. Kita bisa dapatkan ini dengan metode smart film. Metode ini seperti metode stiker sandblast, dimana material PDLC tersebut ditempel ke permukaan kaca dengan sticky gel.

Smart Glass (Kanan) vs Smart Film (Kiri)

Alhasil, banyak sekali kelemahan yang timbul akibat metode tersebut yang mana akan kita jelaskan pada kesempatan ini.

Kelemahan Metode Smart Film
Metode Smart Film Mudah Baret
Metode Smart Film Berpotensi Menyetrum untuk Area Basah

Karena tidak dihimpit dengan 2 kaca dengan sistem laminated, maka dari itu jenis metode pemasangan ini sangatlah beresiko. Mulai dari timbulnya baret, bubble, bahkan tidak bisa dipakai untuk area yang basah karena akan berpotensi konsleting atau menyetrum. Selain itu ada kendala dari segi maintenance atau pembersihannya yang mana lebih sulit dibandingkan dengan menggunakan metode smart glass. Namun kami kembalikan ke kalian masing-masing untuk memilih metode yang tepat untuk proyek kalian masing-masing.

Switch Blind – Buram dan Bening dengan Sequence!

Ayo segera diskusuikan lebih detail mengenai produk Smart Glass dan Smart Film juga melalui toko kaca Glassmart dari ekosistem jaringan toko kaca dari Himalaya Abadi melalui www.glassmart.co.id.